Minggu, 15 Desember 2013

Berjalanlah kawan.

Tidak, tidak ada yang remeh. Berjalanlah. Langkahkan kakimu kemanapun kau mau. Kadang kau memang harus berjalan sendiri. Kadang kakimu sendirilah yang membawamu ke tempat yang menentramkan jiwamu, bukan karena mereka atau siapapun.

Kau tidak harus memaksakan tawa, tidak harus merubah warnamu seperti warna mereka. Kau hanya perlu menjadi kau, dirimu sendiri.

Kau tidak perlu terus-terusan mencecar untuk sesuatu yang tidak kau suka, terkadang kau hanya perlu menerima. Karena terkadang bertoleransi untuk mendengarkan lagu yang tidak kau suka tidak melulu buruk, kau bahkan bisa mencoba menyukainya dengan caramu sendiri.

Kadangkala kau memang butuh seseorang untuk membuatmu ada, tapi bahkan tanpa mereka kau masih tetap ada. Kau ada karena dirimu menganggap dirimu ada. Itu saja cukup dan kau bebas berlari semaumu di tamanmu sendiri. Menggumpalkan awan yang akan menghujani tanahmu sendiri, menumbuhkan bungamu sendiri, pohonmu sendiri yang bisa kau tata sesuka hati dengan lanskap yang kau rencanakan sendiri.

Lalu aku akan bergabung bersamamu, aku dengan caraku sendiri dan kau dengan caramu sendiri.
Mungkin memang kita dulunya adalah jiwa-jiwa yang mati. Tapi bukan berarti kita tidak bisa hidup lagi. Dan semua kenangan buruk akan masa lalu, aku harap kita mampu melupakannya, menguburnya. Menjadikannya pupuk untuk menumbuhkan hal-hal baru yang lebih menyenangkan, memberikan kita esensi bahwa hidup akan lebih indah lagi dengan pelajaran yang kita dapat darinya, dari keburukannya.

Dan bukan berarti kita lupa untuk berkaca, menjadi tahu diri untuk apa yang telah mereka berikan kepada kita. Bahwa meskipun kita sendiri dengan cara kita sendiri, ada orang-orang disana yang menerima cara kita, dengan sengaja ataupun tak sengaja. Menerima kita apa adanya, seperti kita menerima mereka apa adanya.

Tidak ada komentar: