Sekarang akulah yang terporosok dalam liang itu, ketika
takdir berjalan sesuai dengan kodratnya dan aku hanya sebagai perantara untuk
mempertemukan kalian semua. Kini masaku telah habis, detikku tak tersisa lagi,
tak lama lagi aku akan meninggalkan senyum-senyum kalian. Aku akan pergi dari
hari kalian.
Rabu, 30 Mei 2012
Minggu, 27 Mei 2012
mimpi ini pernah ada.
karena dia yang ada disini mulai terbias perlahan, menghentikan alur-alur yang telah dibuatnya susah payah.
tanpa disadarinya ternyata akulah yang membakar catatan-catatan yang disimpannya rapat-rapat dalam memori,
akulah yang membuat aus kenangan tentang peristiwa-peristiwa yang membuatnya tercengang, yang menjadi urutan pertama dalam kenangan berharganya.
akulah yang meredam lagu-lagu yang dia nyanyikan, meredupkan lukisan-lukisan yang telah dia goreskan, menghancurkan kanvas-kanvasnya, membuang semua cat dan kuasnya.
membuatnya terlupa bahwa dia pernah ada..
dia pernah ada disini,
di hati yang tak seorangpun tau,
di setiap neuron-neuron otakku..
dia pernah ada..
meledak-ledak dan membuatku bahagia,
membuatku berpikir dengan keras untuk menemukannya,
membuatku penuh tanda tanya untuk memecahkan semua teka-tekinya.
dia pernah ada..
melukiskan warna-warni yang kurekam sebagai pelangi,
melantunkan melodi yang kucerna sebagai intuisi,
dia pernah ada..
mimpi yang meredup ini pernah ada..
membias dalam hidupku yang mulai terbias..
tanpa disadarinya ternyata akulah yang membakar catatan-catatan yang disimpannya rapat-rapat dalam memori,
akulah yang membuat aus kenangan tentang peristiwa-peristiwa yang membuatnya tercengang, yang menjadi urutan pertama dalam kenangan berharganya.
akulah yang meredam lagu-lagu yang dia nyanyikan, meredupkan lukisan-lukisan yang telah dia goreskan, menghancurkan kanvas-kanvasnya, membuang semua cat dan kuasnya.
membuatnya terlupa bahwa dia pernah ada..
dia pernah ada disini,
di hati yang tak seorangpun tau,
di setiap neuron-neuron otakku..
dia pernah ada..
meledak-ledak dan membuatku bahagia,
membuatku berpikir dengan keras untuk menemukannya,
membuatku penuh tanda tanya untuk memecahkan semua teka-tekinya.
dia pernah ada..
melukiskan warna-warni yang kurekam sebagai pelangi,
melantunkan melodi yang kucerna sebagai intuisi,
dia pernah ada..
mimpi yang meredup ini pernah ada..
membias dalam hidupku yang mulai terbias..
Published with Blogger-droid v2.0.4
Label:
catatan harian,
Puisi
Kamis, 03 Mei 2012
acuh lagi
Ingin memulai acuh lagi.
Tak peduli lagi kanan kiri.
Menggantungkan pikiran di malam hari.
Di detik yang lemah ini, dengan segala kepentingan orang yang dipaksakan masuk dalam setiap menitnya mulai terhapus dan tak terekam lagi.
Tidak lagi berkata iya, tidak lagi menganggukkan kepala, tidak lagi mengikuti segala yang mereka ingini. Tidak selalu menuruti apa yang mereka perintahkan.
Tidak ada lagi muka-muka ketakutan.
Tidak ada lagi muka-muka menakutkan.
Tidak ada lagi yang gemetaran melihat detik-detik yang terbiaskan.
Menggenggam pelangi dalam kelamnya hari,
Menyimpannya dalam menitnya sendiri.
Dengan waktu yang tidak bergerak sedikitpun.
Tak peduli lagi kanan kiri.
Menggantungkan pikiran di malam hari.
Di detik yang lemah ini, dengan segala kepentingan orang yang dipaksakan masuk dalam setiap menitnya mulai terhapus dan tak terekam lagi.
Tidak lagi berkata iya, tidak lagi menganggukkan kepala, tidak lagi mengikuti segala yang mereka ingini. Tidak selalu menuruti apa yang mereka perintahkan.
Tidak ada lagi muka-muka ketakutan.
Tidak ada lagi muka-muka menakutkan.
Tidak ada lagi yang gemetaran melihat detik-detik yang terbiaskan.
Menggenggam pelangi dalam kelamnya hari,
Menyimpannya dalam menitnya sendiri.
Dengan waktu yang tidak bergerak sedikitpun.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Label:
catatan harian,
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)